Wednesday, September 18, 2013

Dengar Opiniku kawan..

Opini punika dipun serat musttrie, wong sing baguss dhewe, mijil saking laladan Wonogiri. Gini mas brow, soal X Factor dianggap zionis yahudi itu soal pemahaman. Seperti orang menganggap musik itu haram, tidak boleh (hanya karena produk non muslim) dan bukan budaya muslim, itu terserah mereka. Dikaitkan dengan agama, daripada denger musik mending baca Qur'an. Ya memang benar, baca Qur'an jauh lebih mulia dari dengerin musik, tapi ini dalam konteks yang berbeda. Ibadah adalah sesuatu yang agung tak bisa dibandingkan dengan musik, tapi alangkah baiknya jika kita baca atau dengerin ayat Qur'an saat kita dalam kondisi bersih atau saat kita sedang ibadah, bukan setiap waktu dan dimanapun, sedang musik hanyalah produk manusia, sehingga tak bisa dibandingkan dengan konteks agama. Tuhan mengijinkan manusia untuk berbudaya, berpikir dan mengembangkan ilmu, karena ini juga termasuk perintah Tuhan. Musik, olahraga adalah bagian dari itu.

Jika kita bermusik dengan baik, menyerukan kedamaian dan mengajak kebaikan itu bukan sesuatu yang haram. OK lah X Factor/musik, penyanyi dan lainnya memang budaya/milik non muslim dan yahudi, tapi buat saya musik dan lainnya hanyalah komodity, benda, sebagai alat, tergantung kita mau diapain alat itu, tak berarti kita penganut mereka. Audisi bagi mereka hanyalah sebagai jalan, bukan tujuan. Tujuan mereka hanya ingin menjadi penyanyi, dan selama kita menjadi penyanyi yang baik maka itu menjadi bagian dari profesi/pekerjaan, karena manusia diwajibkan untuk berusaha dan bekerja untuk hidupnya. Dunia berkembang dan jenis pekerjaan pun terus berkembang. Dulu belum ada motor atau mobil, dan sekarang semua itu telah ada dan bermanfaat buat kehidupan kita, sehingga menjadi sopirpun menurut saya menjadi pekerjaan yang baik, bermanfaat dan tidak haram. Artinya, bukan berarti jika jaman dahulu tidak ada berarti sekarang menjadi tidak boleh.

Jika permasalahannya banyak penyanyi yang menyebarkan lirik lagu yang dianggap atheis dsb,,,kenapa kita tidak menjadi penyanyi yang menyebarkan Tauhid dan kebaikan dengan lirik-lirik yang agung? semua akan tergantung kita. Coba kalo semua penyanyi adalah yahudi setiap hari dunia dengar lagu mereka dan kita nggak ada lagu penyeimbang yang baik sebagai balance, apa yang terjadi ???  Baik dan buruk tergantung yang subject bukan object, kalo digunakan secara baik ya baik. Yahudi itu suatu ajaran/paham, bukan orangnya yang menjadi musuh tapi paham, ajaran dan keyakinannya yang kita tentang, karena telah menyimpang. Kitapun kalo meyakini ajaran mereka maka tergolong kaum mereka. Yakub, Musa juga pernah membantu yahudi saat mereka masih menjadi budak di mesir (sebelum mereka menjadi kaum yang menyimpang).

Kalo kita mau berpikir realistis, semua teknologi dan ilmu pengetahuan itu produk non muslim, Suka tidak suka dunia ini, di kuasai mereka, dan kita berada di dalam arena permainannnya. Kita ini harus tahu, belajar dan memahami strategi dan misi mereka, kalo mereka bisa kitapun harus bisa. bukan untuk menjadi pengikut tapi untuk memahami cara mereka sehingga kita bisa membentengi diri. Ambil contoh, intenet yang kita gunakan ini, ini bagian dari produk mereka, bukan kita. Bisa dikatakan internet adalah media sampah dan paling berbahaya jika kita mengambil sudut pandang yang negatif, karena tanpa filter/kontrol yang berarti. semua orang bisa bicara apa saja dan menyebar kemaksiatan di sana,  tapi apa kita bisa menghentikan itu ? Apakah internet berarti haram ??????. Sekarang kita ambil segi positif, dari internet kita bisa juga menyerukan kebaikan, kebenaran, kemuliaan, dan mengajak semua orang untuk beriman kepada Tuhan, kita bisa mencari ilmu atau berbagi ilmu dan dapat belajar banyak disana. Ahli agamapun bisa berdakwah dengan baik. Jika kita anti maka kita akan semakin tak mengerti visi, misi dan strategi mereka (kaum anti Islam) dan ini akan lebih berbahaya.

Untuk menegakkan kebenaran, bukan dengan cara kekerasan, bukan peperangan frontal, tapi ada pada masing-masing diri kita, bayangkan jika setiap muslim berakhlak baik, iman kuat maka musuh tak akan bisa berbuat apa-apa. Jangan terjebak dengan cara kekerasan, karena ini justru akan menguntungkan orang yang memusuhi dan ingin menghancurkan kita. Kita akan di judge sebagai agama teroris, karena inilah yang mereka inginkan, menggiring opini dunia dan menyudutkan kita. Mereka (kaum anti Islam) tak akan rugi atau bangkrut hanya karena bom Marriot, bahkan sebaliknya mereka merasa beruntung karena telah berhasil memancing dan menggiring opini dunia dan me-legitimitasi tuduhan mereka. Islam jangan pecah dan saling bertengkar lagi, karena mereka (anti Islam) akan tertawa terbahak-bahak dan memancing di air keruh dengan kondisi ini. Pepuntoning atur, matur sembah nuwun saking sadaya kawigatosanipun, mugi rahayu ingkang sami pinanggih, Wassalam, Wr Wb.